Tertinggal Bukan Berarti Gagal
Kadang, aku merasa seperti terlambat dalam banyak hal. Teman-temanku sudah punya pekerjaan tetap, ada yang sudah menikah, bahkan ada yang sedang S2. Sementara aku… masih berjuang memahami arah hidup, membangun mimpi satu per satu dari dasar. Tapi akhir-akhir ini aku belajar untuk tidak membandingkan langkahku dengan orang lain. Karena setiap orang punya waktunya sendiri. Mungkin jalan hidupku memang lebih lambat, tapi bukan berarti aku tidak bergerak. Aku sedang belajar mencintai proses. Dari pagi-pagi yang kuisi dengan zikir, dari waktu luang yang kugunakan untuk membaca, belajar gitar, atau sekadar merenung tentang hari ini dan esok. Aku sedang mencoba bertumbuh… dengan cara yang tidak terburu-buru. Mungkin aku bukan yang tercepat, tapi aku ingin menjadi yang paling kuat menghadapi badai. Aku percaya, selama aku terus melangkah—meski pelan—aku tidak akan benar-benar tertinggal.