Jakarta: Kota yang Tak Pernah Benar-Benar Saya Tinggalkan
Jakarta: Kota yang Tak Pernah Benar-Benar Saya Tinggalkan Sebagai seseorang yang lahir di Jakarta, saya punya keinginan untuk kembali mengunjunginya—dan mungkin, suatu saat bekerja di sana. Menurut cerita ibu saya, kami pindah ke Bandung karena tidak tahan dengan panasnya Jakarta, ditambah saat itu saya masih bayi. Ibu harus mengantar kakak saya ke sekolah sambil menggendong saya, dan saat itu, Jakarta belum memiliki banyak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Pada akhirnya, tahun 2008 kami resmi pindah ke Bandung. Di Bandung, saya bertemu dengan dua teman pertama saya: Fajar dan Aten—mereka yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Tapi dalam hati kecil saya, saya masih menyimpan rasa terhadap kota asal saya. Dulu saya mengira kami punya rumah di Jakarta. Ternyata, itu hanya rumah kontrakan yang harus dibayar tiap bulan. Seiring bertambah usia, justru rasa suka saya terhadap Jakarta tumbuh makin dalam. Kota itu… meskipun padat dan penuh tantangan, tetap memiliki pesonanya sendiri. Jakarta...