Aku Lelah Memahami Orang Lain, Tapi Lupa Memahami Diriku Sendiri

 Selama ini aku sering mencoba memahami orang lain.

Mendengarkan cerita mereka. Mengerti sudut pandang mereka. Menahan ego agar tidak menyakiti.

Namun tanpa sadar, aku jarang melakukan hal yang sama untuk diriku sendiri.

Aku terlalu sibuk memahami orang lain, sampai lupa bertanya:

“Aku sendiri sebenarnya butuh apa?”




Terlalu Sibuk Menjadi “Pengertian”

Menjadi orang yang pengertian memang terlihat baik. Tapi ketika dilakukan terus-menerus tanpa batas, itu bisa melelahkan.

Aku sering mengalah, sering menyesuaikan diri, sering mengerti keadaan orang lain—tanpa benar-benar jujur pada perasaanku sendiri.

Mengenal Diri Sendiri Itu Penting

Pelan-pelan aku mulai belajar berhenti sejenak.
Mulai mendengarkan diriku sendiri.
Mulai bertanya apa yang aku rasakan, bukan hanya apa yang orang lain rasakan.

Ternyata, memahami diri sendiri juga tidak kalah penting.

Penutup

Aku tetap ingin menjadi orang yang peduli.
Tapi kali ini, aku juga ingin peduli pada diriku sendiri.

Karena aku juga berhak dimengerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun Terburuk yang Mengubah Hidupku

Tertinggal Bukan Berarti Gagal

Surat Refleksi: Tentang Luka, Doa, dan Seorang Teman Bernama Erik