Aku Tidak Selalu Baik-Baik Saja, Tapi Aku Belajar Terlihat Tenang
Ada hari-hari ketika semuanya terlihat baik-baik saja dari luar. Aku menjalani rutinitas seperti biasa, berbicara seperlunya, dan tersenyum ketika dibutuhkan. Namun di dalam, tidak selalu demikian. Ada perasaan yang sulit dijelaskan bukan sedih yang jelas, bukan pula marah yang nyata hanya rasa penuh di dalam kepala dan lelah yang tidak tahu harus diletakkan di mana.
Dulu, aku berpikir bahwa menjadi kuat berarti harus selalu terlihat baik-baik saja. Tidak menunjukkan rapuh, tidak memperlihatkan lelah, dan tidak membiarkan orang lain tahu bahwa aku sedang tidak baik. Namun semakin lama, aku menyadari bahwa memaksakan diri seperti itu justru membuatku semakin jauh dari diriku sendiri.
Sebagai seorang introvert, aku terbiasa memproses banyak hal dalam diam. Tidak semua perasaan mudah untuk diungkapkan, dan tidak semua pikiran bisa dijelaskan dengan kata-kata. Diam menjadi pilihan yang paling nyaman, meskipun terkadang juga melelahkan.
Aku mulai belajar bahwa tenang tidak selalu berarti baik-baik saja. Tenang bisa menjadi cara bertahan, cara menjaga diri agar tetap utuh di tengah berbagai tekanan. Pelan-pelan, aku belajar untuk lebih jujur pada diri sendiri mengakui bahwa aku juga bisa lelah dan tidak selalu harus kuat.
Hari ini aku memahami bahwa tidak apa-apa jika tidak selalu baik-baik saja. Yang terpenting adalah tetap menerima diri sendiri dengan segala perasaan yang ada. Karena pada akhirnya, ketenangan sejati bukan tentang menyembunyikan perasaan, tetapi tentang menerima semuanya dengan penuh kesadaran.

Komentar
Posting Komentar